BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

LALU IQBAL PEPADU PAGAH DARI LOMBOK. (1)

Oleh : Cak Kholid ( alumni joglo) 

Di awal kedatangan beliau ke Lombok dan menyatakan siap mengabdi untuk ‘PULANG KAMPUNG’ banyak orang yang meragukan niatnya, bahkan banyak yang pihak yang meminta beliau mengurungkan niatnya -baik dari kalangan keluarga dan teman-teman beliau- karena peluang beliau menjadi MENTERI di KABINET INDONESIA MAJU sangat besar.

Di awal pertemuan saya-pun sempat ragu dengan kebulatan tekad beliau, tapi penjelasan yang rasional dan tekad yang muncul dari dasar keinginan hati sepertinya tekad beliau tak bisa terbendung.

Di usia yang masih terbilang muda, secara birokrasi kepegawaian beliau sudah berada dipuncak karir, tak ada lagi jenjang yg bisa dikejar, dalam dunia kepegawaian, ESELON 1 adalah puncak capaian. Kalopun mengejar jabatan MENTERI, itu adalah jabatan yang syarat dengan keputusan politik (hak prerogatif presiden) yang tak bisa di intervensi. 

‘Saya tidak mau pulang ketika sudah tua dan tak berguna’ kata beliau, ‘saya ingin dikenang di tanah kelahiran saya, saya ingin mengabdi dengan ilmu dan pengalaman saya, dan saya ingin diantar banyak orang ketika PEMAKAMAN saya di kuburan nanti’ saya terhentak dengan jawaban LALU IQBAL. Walaupun sang Presiden terpilih sekalipun ‘menawar’ beliau masuk membatu dalam kabinet, beliau tak bergeming.

Ini tekad yang sungguh datang dari ‘pondasi nurani’, tak ada yang bisa membendung keinginan seperti itu, ini adalah “RUH" dari "PAGAH” yang sesungguhnya. Semangat yang dulu  pernah ada, semangat perjuangan dari para tetua.

Dukungan partai mengalir,  partai-partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah bersepakat mendukung LALU IQBAL untuk maju sebagai CALON GUBERNUR NTB. Tentu tIdak mudah mendapatkannya, disana mulai terlihat jelas seperti apa jejaring beliau, hubungan baik beliau dengan tokoh-tokoh penentu kebijakan di Indonesia, inilah ‘CALON PIMPIN’ yang dibutuhkan NTB. Tidak hanya kepintaran dan pengalaman, jejaring yang kuat harus dimiliki pemimpin masa depan NTB.

Beliau  ‘SOSOK BARU’ yang tiba-tiba muncul:  dari riwayat pendidikan, pengalaman kerja yang banyak berada  di luar negeri, tentu tak banyak perjumpaan dengan masyarakat ‘BUMIGORA’, tapi entah mengapa kehadiran beliau disambut, terasa betapa masyarakat ingin ‘MENGANTUNG HARAPAN’, begitupun gerakan anak muda yang mungkin ‘GALAU’ dengan keadaan, mulai tergerak ikut dengan keikhlasan, bersama menyuarakan ‘HARAPAN PERUBAHAN’. ini seperti pertanda, menyambut SANG PEPADU PAGAH DARI LOMBOK. 

Selamat berjuang MIQ DUBES, 5 tahun kami menunggu, terlalu lama rasanya masa penantian; mari bergerak bergandeng tangan, BUMI GORA  adalah tanah kita, sudah saatnya KITA BANGKIT BERSAMA, menuju NTB MAKMUR MENDUNIA..💪

#

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.